15 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Halo, selamat datang di TheYogaNest.ca! Apakah kamu pernah bertanya-tanya, sebenarnya apa sih sejarah itu? Mungkin kita sering mendengar kata "sejarah" di sekolah, buku, atau bahkan film, tapi pernahkah kita merenungkan maknanya yang sesungguhnya? Nah, di artikel ini, kita akan menyelami dunia sejarah dari sudut pandang yang berbeda. Kita akan membahas 15 pengertian sejarah menurut para ahli, yang tentunya akan membuka wawasanmu tentang betapa kompleks dan menariknya studi tentang masa lalu ini.

Sejarah bukan sekadar deretan tanggal dan nama. Ia adalah narasi tentang perjalanan manusia, tentang bagaimana kita sampai di titik ini, dan tentang pelajaran apa yang bisa kita petik untuk masa depan. Dengan memahami berbagai definisi sejarah, kita bisa melihat masa lalu dengan lebih jernih dan menghargai keragaman interpretasi yang ada.

Siap untuk memulai petualangan menelusuri waktu? Mari kita mulai dengan membahas pengertian sejarah secara umum, sebelum kita masuk ke definisi-definisi dari para ahli yang akan membuatmu tercengang!

Apa Itu Sejarah? Sekilas Pandang Sebelum Menyelam Lebih Dalam

Sebelum kita membahas 15 pengertian sejarah menurut para ahli, mari kita pahami dulu definisi dasar dari sejarah itu sendiri. Secara sederhana, sejarah adalah studi tentang masa lalu, terutama masa lalu manusia. Ia mencakup segala aspek kehidupan manusia, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga agama.

Sejarah mencoba untuk merekonstruksi peristiwa-peristiwa masa lalu berdasarkan bukti-bukti yang ada, seperti dokumen tertulis, artefak, tradisi lisan, dan lain sebagainya. Proses rekonstruksi ini tidaklah mudah, karena seringkali bukti-bukti yang ada tidak lengkap atau bahkan bias. Oleh karena itu, sejarawan harus menggunakan berbagai metode dan pendekatan untuk menafsirkan bukti-bukti tersebut dengan seobjektif mungkin.

Sejarah memiliki peran penting dalam membentuk identitas kita sebagai individu maupun sebagai bangsa. Dengan memahami sejarah, kita dapat lebih memahami asal-usul kita, nilai-nilai yang kita anut, dan tantangan-tantangan yang telah kita hadapi. Sejarah juga dapat memberikan kita pelajaran berharga tentang bagaimana kita seharusnya bertindak di masa kini dan merencanakan masa depan. Jadi, bisa dibilang, sejarah itu penting banget!

15 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli: Sebuah Perjalanan Melalui Pemikiran

Sekarang, mari kita masuk ke inti dari artikel ini: 15 pengertian sejarah menurut para ahli. Setiap ahli memiliki pandangan yang unik tentang sejarah, berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan perspektif pribadi mereka. Mari kita simak satu per satu!

1. Herodotus: Bapak Sejarah Dunia

Herodotus, seorang sejarawan Yunani kuno yang sering disebut sebagai "Bapak Sejarah," mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang tindakan manusia, terutama tindakan-tindakan besar yang mempengaruhi jalannya peradaban. Ia fokus pada penyebab dan akibat dari peristiwa-peristiwa penting, serta peran tokoh-tokoh besar dalam membentuk sejarah.

Herodotus menekankan pentingnya penelitian dan verifikasi dalam menulis sejarah. Ia melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk mengumpulkan informasi dan mewawancarai saksi mata. Meskipun karyanya terkadang mengandung unsur legenda dan mitos, ia tetap dianggap sebagai pelopor dalam penulisan sejarah yang kritis dan berdasarkan bukti.

Pandangan Herodotus tentang sejarah sangat mempengaruhi perkembangan ilmu sejarah di dunia Barat. Ia mengajarkan pentingnya memahami masa lalu untuk memahami masa kini dan merencanakan masa depan.

2. Ibnu Khaldun: Sejarah Sebagai Ilmu Peradaban

Ibnu Khaldun, seorang sejarawan dan sosiolog Muslim abad ke-14, mendefinisikan sejarah sebagai ilmu tentang peradaban manusia. Ia menekankan pentingnya memahami faktor-faktor sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi perkembangan dan keruntuhan peradaban.

Ibnu Khaldun mengembangkan konsep "asabiyah," yaitu solidaritas sosial yang menjadi dasar kekuatan suatu masyarakat. Ia berpendapat bahwa peradaban mengalami siklus kelahiran, pertumbuhan, kemunduran, dan akhirnya kehancuran.

Pemikiran Ibnu Khaldun sangat orisinal dan mendahului zamannya. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah sosiologi dan historiografi.

3. Leopold von Ranke: Sejarah Sebagaimana Adanya

Leopold von Ranke, seorang sejarawan Jerman abad ke-19, menekankan pentingnya objektivitas dalam penulisan sejarah. Ia berpendapat bahwa sejarawan harus berusaha untuk merekonstruksi masa lalu "sebagaimana adanya" (wie es eigentlich gewesen ist), tanpa memaksakan interpretasi atau prasangka pribadi.

Ranke mengembangkan metode penelitian sejarah yang ketat, berdasarkan analisis kritis terhadap sumber-sumber primer. Ia menekankan pentingnya penggunaan dokumen-dokumen arsip dan saksi mata untuk merekonstruksi peristiwa-peristiwa masa lalu.

Pendekatan Ranke sangat mempengaruhi perkembangan ilmu sejarah modern. Ia meletakkan dasar bagi penulisan sejarah yang lebih ilmiah dan profesional.

4. Karl Marx: Sejarah Sebagai Perjuangan Kelas

Karl Marx, seorang filsuf, ekonom, dan sejarawan abad ke-19, melihat sejarah sebagai perjuangan kelas antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan ekonomi yang berbeda. Ia berpendapat bahwa sejarah digerakkan oleh perubahan-perubahan dalam cara produksi dan distribusi kekayaan.

Marx membagi masyarakat menjadi dua kelas utama: kelas pemilik modal (borjuis) dan kelas pekerja (proletar). Ia berpendapat bahwa kelas pekerja akan semakin tertindas oleh kelas pemilik modal, dan akhirnya akan memberontak untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas (komunisme).

Pandangan Marx tentang sejarah sangat kontroversial, tetapi juga sangat berpengaruh. Ia memberikan perspektif baru tentang bagaimana kita memahami perubahan sosial dan politik.

5. Benedetto Croce: Sejarah Adalah Pikiran dan Kehidupan

Benedetto Croce, seorang filsuf dan sejarawan Italia abad ke-20, mendefinisikan sejarah sebagai pikiran dan kehidupan. Ia berpendapat bahwa sejarah adalah proses pemikiran yang berkelanjutan, di mana kita terus-menerus menafsirkan dan memahami masa lalu.

Croce menekankan pentingnya subjektivitas dalam penulisan sejarah. Ia berpendapat bahwa setiap sejarawan memiliki perspektif yang unik, dan bahwa interpretasi sejarah selalu dipengaruhi oleh pengalaman dan nilai-nilai pribadi sejarawan.

Pandangan Croce tentang sejarah sangat humanistik dan menekankan pentingnya peran manusia dalam membentuk sejarah.

dan masih banyak lagi, kita bisa lanjutkan ke angka 15 nanti setelah section tabel

Pengelompokan Definisi Sejarah: Mencari Benang Merah

Setelah melihat beberapa definisi sejarah dari para ahli, kita bisa melihat bahwa ada berbagai cara untuk memahami sejarah. Untuk memudahkan pemahaman, kita bisa mengelompokkan definisi-definisi tersebut berdasarkan fokus utamanya:

  • Fokus pada Peristiwa: Beberapa definisi sejarah menekankan pentingnya peristiwa-peristiwa besar yang membentuk jalannya peradaban (contoh: Herodotus).
  • Fokus pada Struktur Sosial: Beberapa definisi sejarah menekankan pentingnya memahami struktur sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi perkembangan masyarakat (contoh: Ibnu Khaldun, Karl Marx).
  • Fokus pada Interpretasi: Beberapa definisi sejarah menekankan pentingnya interpretasi subjektif dalam memahami masa lalu (contoh: Benedetto Croce).
  • Fokus pada Objektivitas: Beberapa definisi sejarah menekankan pentingnya objektivitas dan penggunaan bukti-bukti yang ketat dalam merekonstruksi masa lalu (contoh: Leopold von Ranke).

Pengelompokan ini tidaklah mutlak, karena banyak definisi sejarah yang mencakup lebih dari satu fokus. Namun, pengelompokan ini dapat membantu kita untuk memahami keragaman pandangan tentang sejarah dan bagaimana pandangan-pandangan tersebut saling terkait.

Tabel Rangkuman: 15 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Berikut adalah tabel yang merangkum 15 pengertian sejarah menurut para ahli. Perlu diingat bahwa ini baru 5, sisanya akan ditambahkan setelah ini.

No. Nama Ahli Pengertian Sejarah Fokus Utama
1. Herodotus Catatan tentang tindakan manusia, terutama tindakan-tindakan besar yang mempengaruhi jalannya peradaban. Peristiwa
2. Ibnu Khaldun Ilmu tentang peradaban manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan keruntuhannya. Struktur Sosial
3. Leopold von Ranke Merekonstruksi masa lalu "sebagaimana adanya" berdasarkan analisis kritis terhadap sumber-sumber primer. Objektivitas
4. Karl Marx Perjuangan kelas antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan ekonomi yang berbeda. Struktur Sosial
5. Benedetto Croce Pikiran dan kehidupan; proses pemikiran yang berkelanjutan dalam memahami masa lalu. Interpretasi
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Mari kita lanjutkan dengan para ahli lainnya!

6. R.G. Collingwood: Sejarah Adalah Sejarah Pemikiran

R.G. Collingwood, seorang filsuf dan sejarawan Inggris abad ke-20, mendefinisikan sejarah sebagai sejarah pemikiran. Ia berpendapat bahwa sejarah bukanlah sekadar catatan tentang peristiwa-peristiwa eksternal, tetapi juga tentang proses pemikiran yang mendasari peristiwa-peristiwa tersebut.

Collingwood menekankan pentingnya memahami konteks intelektual dan budaya di mana suatu peristiwa terjadi. Ia berpendapat bahwa kita harus berusaha untuk memahami pemikiran orang-orang yang hidup di masa lalu, agar kita dapat memahami tindakan mereka.

Pendekatan Collingwood sangat menekankan pada peran pemikiran dan ide dalam membentuk sejarah. Ia berpendapat bahwa sejarah adalah proses pemahaman yang berkelanjutan, di mana kita terus-menerus menafsirkan dan memahami pemikiran orang-orang yang hidup di masa lalu.

7. E.H. Carr: Sejarah Adalah Dialog Tak Berkesudahan Antara Masa Kini dan Masa Lalu

E.H. Carr, seorang sejarawan Inggris abad ke-20, mendefinisikan sejarah sebagai dialog tak berkesudahan antara masa kini dan masa lalu. Ia berpendapat bahwa sejarah bukanlah sekadar catatan tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita memahami masa lalu di masa kini.

Carr menekankan pentingnya subjektivitas dalam penulisan sejarah. Ia berpendapat bahwa setiap sejarawan memiliki perspektif yang unik, dan bahwa interpretasi sejarah selalu dipengaruhi oleh pengalaman dan nilai-nilai pribadi sejarawan. Namun, ia juga menekankan pentingnya objektivitas dan penggunaan bukti-bukti yang ketat dalam merekonstruksi masa lalu.

Carr berpendapat bahwa sejarah adalah proses yang dinamis dan berkelanjutan, di mana kita terus-menerus menafsirkan dan memahami masa lalu dalam terang pengalaman kita di masa kini.

8. Muhammad Yamin: Sejarah Adalah Ilmu Pengetahuan yang Disusun Atas Hasil Penyelidikan

Muhammad Yamin, seorang tokoh nasional Indonesia dan sejarawan, mendefinisikan sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Definisi ini menekankan pada aspek ilmiah dan faktual dalam penulisan sejarah. Muhammad Yamin menekankan pentingnya bukti dan fakta yang akurat dalam merekonstruksi masa lalu. Ia juga menekankan pentingnya penulisan sejarah yang objektif dan tidak bias.

Definisi Muhammad Yamin tentang sejarah sangat menekankan pada validitas dan kebenaran informasi yang disajikan.

9. Sartono Kartodirdjo: Sejarah Adalah Bentuk Ungkapan Pengalaman Kolektif di Masa Lampau

Sartono Kartodirdjo, seorang sejarawan Indonesia terkemuka, mendefinisikan sejarah sebagai bentuk ungkapan pengalaman kolektif di masa lampau. Definisi ini menempatkan pengalaman masyarakat sebagai pusat dari studi sejarah.

Sartono Kartodirdjo menekankan pentingnya memahami sejarah dari perspektif masyarakat yang mengalami peristiwa tersebut. Ia juga menekankan pentingnya memahami sejarah dari berbagai sudut pandang, termasuk perspektif kelompok-kelompok yang seringkali terpinggirkan.

Definisi Sartono Kartodirdjo tentang sejarah sangat menekankan pada pentingnya memahami pengalaman manusia dalam konteks sosial dan budaya.

10. Patrick Gardiner: Sejarah Adalah Studi Tentang Tindakan Manusia

Patrick Gardiner, seorang filsuf sejarah, mendefinisikan sejarah sebagai studi tentang tindakan manusia. Definisi ini menekankan bahwa sejarah adalah tentang apa yang dilakukan manusia di masa lalu.

Gardiner menekankan pentingnya memahami motivasi dan tujuan di balik tindakan manusia. Ia berpendapat bahwa kita harus berusaha untuk memahami mengapa orang-orang di masa lalu melakukan apa yang mereka lakukan, agar kita dapat memahami sejarah.

Definisi Gardiner tentang sejarah sangat menekankan pada peran manusia sebagai agen aktif dalam membentuk sejarah.

11. Jacques Barzun: Sejarah Adalah Catatan dan Penjelasan Tentang Peristiwa Manusia

Jacques Barzun, seorang sejarawan dan kritikus budaya, mendefinisikan sejarah sebagai catatan dan penjelasan tentang peristiwa manusia. Definisi ini menggabungkan aspek deskriptif (catatan) dan analitis (penjelasan) dari sejarah.

Barzun menekankan pentingnya akurasi dan objektivitas dalam penulisan sejarah. Ia juga menekankan pentingnya menafsirkan peristiwa-peristiwa sejarah dalam konteks yang lebih luas.

Definisi Barzun tentang sejarah sangat komprehensif dan mencakup berbagai aspek studi sejarah.

12. Marc Bloch: Sejarah Adalah Ilmu Tentang Manusia Dalam Waktu

Marc Bloch, seorang sejarawan Prancis, mendefinisikan sejarah sebagai ilmu tentang manusia dalam waktu. Definisi ini menekankan bahwa sejarah adalah tentang bagaimana manusia berubah dan berkembang dari waktu ke waktu.

Bloch menekankan pentingnya memahami konteks sosial, ekonomi, dan budaya di mana manusia hidup. Ia berpendapat bahwa kita harus berusaha untuk memahami bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi tindakan dan pemikiran manusia.

Definisi Bloch tentang sejarah sangat menekankan pada dimensi waktu dan perubahan dalam studi sejarah.

13. Charles Beard: Sejarah Adalah Tindakan Penafsiran

Charles Beard, seorang sejarawan Amerika, mendefinisikan sejarah sebagai tindakan penafsiran. Ia berpendapat bahwa sejarah bukanlah sekadar catatan tentang fakta-fakta masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita menafsirkan fakta-fakta tersebut.

Beard menekankan pentingnya subjektivitas dalam penulisan sejarah. Ia berpendapat bahwa setiap sejarawan memiliki perspektif yang unik, dan bahwa interpretasi sejarah selalu dipengaruhi oleh pengalaman dan nilai-nilai pribadi sejarawan.

Definisi Beard tentang sejarah sangat menekankan pada peran interpretasi dalam studi sejarah.

14. William Henry Walsh: Sejarah Adalah Rekaman Pengalaman Manusia

William Henry Walsh, seorang filsuf sejarah, mendefinisikan sejarah sebagai rekaman pengalaman manusia. Definisi ini menekankan bahwa sejarah adalah tentang apa yang dialami manusia di masa lalu.

Walsh menekankan pentingnya memahami berbagai macam pengalaman manusia, termasuk pengalaman individu, pengalaman kolektif, dan pengalaman spiritual. Ia berpendapat bahwa kita harus berusaha untuk memahami bagaimana pengalaman-pengalaman ini membentuk sejarah.

Definisi Walsh tentang sejarah sangat menekankan pada pentingnya memahami pengalaman manusia dalam studi sejarah.

15. Robin George Collingwood: Sejarah Adalah Pemikiran Kembali Pengalaman Masa Lalu

Robin George Collingwood (ya, kita sudah menyebutkannya di atas, tapi definisinya penting untuk ditegaskan kembali), dengan penekanan yang lebih spesifik, mendefinisikan sejarah sebagai pemikiran kembali pengalaman masa lalu. Definisi ini menekankan bahwa sejarah bukanlah sekadar mengingat masa lalu, tetapi juga tentang memahami dan menafsirkan pengalaman masa lalu.

Collingwood menekankan pentingnya imajinasi dan empati dalam memahami sejarah. Ia berpendapat bahwa kita harus berusaha untuk menempatkan diri kita pada posisi orang-orang yang hidup di masa lalu, agar kita dapat memahami pengalaman mereka.

Definisi Collingwood tentang sejarah sangat menekankan pada pentingnya pemikiran dan pemahaman dalam studi sejarah.

Sekarang mari kita lengkapi tabelnya!

Tabel Rangkuman: 15 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli (Lengkap)

Berikut adalah tabel lengkap yang merangkum 15 pengertian sejarah menurut para ahli.

No. Nama Ahli Pengertian Sejarah Fokus Utama
1. Herodotus Catatan tentang tindakan manusia, terutama tindakan-tindakan besar yang mempengaruhi jalannya peradaban. Peristiwa
2. Ibnu Khaldun Ilmu tentang peradaban manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan keruntuhannya. Struktur Sosial
3. Leopold von Ranke Merekonstruksi masa lalu "sebagaimana adanya" berdasarkan analisis kritis terhadap sumber-sumber primer. Objektivitas
4. Karl Marx Perjuangan kelas antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan ekonomi yang berbeda. Struktur Sosial
5. Benedetto Croce Pikiran dan kehidupan; proses pemikiran yang berkelanjutan dalam memahami masa lalu. Interpretasi
6. R.G. Collingwood Sejarah adalah sejarah pemikiran; memahami konteks intelektual dan budaya di mana suatu peristiwa terjadi. Pemikiran
7. E.H. Carr Dialog tak berkesudahan antara masa kini dan masa lalu; memahami masa lalu di masa kini dengan perspektif subjektif namun objektif. Interpretasi & Masa Kini
8. Muhammad Yamin Ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan kebenarannya. Validitas & Kebenaran
9. Sartono Kartodirdjo Bentuk ungkapan pengalaman kolektif di masa lampau; menempatkan pengalaman masyarakat sebagai pusat studi sejarah. Pengalaman Kolektif
10. Patrick Gardiner Studi tentang tindakan manusia; memahami motivasi dan tujuan di balik tindakan manusia di masa lalu. Tindakan Manusia
11. Jacques Barzun Catatan dan penjelasan tentang peristiwa manusia; menggabungkan deskripsi dan analisis dalam memahami sejarah. Deskripsi & Analisis
12. Marc Bloch Ilmu tentang manusia dalam waktu; memahami bagaimana manusia berubah dan berkembang dari waktu ke waktu dalam konteks sosial, ekonomi, dan budaya. Manusia & Waktu
13. Charles Beard Tindakan penafsiran; setiap sejarawan memiliki perspektif unik yang mempengaruhi interpretasi sejarah. Interpretasi
14. William Henry Walsh Rekaman pengalaman manusia; memahami berbagai macam pengalaman manusia (individu, kolektif, spiritual) dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk sejarah. Pengalaman Manusia
15. Robin George Collingwood Pemikiran kembali pengalaman masa lalu; memahami dan menafsirkan pengalaman masa lalu dengan imajinasi dan empati. Pemikiran & Empati

Kesimpulan: Sejarah Adalah Cermin Masa Depan

Setelah menjelajahi 15 pengertian sejarah menurut para ahli, kita bisa melihat bahwa sejarah adalah bidang studi yang kaya dan kompleks. Tidak ada satu definisi tunggal yang dapat mencakup semua aspek sejarah. Setiap ahli memiliki pandangan yang unik, berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan perspektif pribadi mereka.

Dengan memahami berbagai definisi sejarah, kita dapat melihat masa lalu dengan lebih jernih dan menghargai keragaman interpretasi yang ada. Sejarah bukan sekadar deretan tanggal dan nama. Ia adalah narasi tentang perjalanan manusia, tentang bagaimana kita sampai di titik ini, dan tentang pelajaran apa yang bisa kita petik untuk masa depan.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang sejarah. Jangan lupa untuk mengunjungi TheYogaNest.ca lagi untuk artikel-artikel menarik lainnya! Sampai jumpa!

FAQ: Pertanyaan Seputar 15 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Berikut adalah 13 pertanyaan yang sering diajukan tentang 15 pengertian sejarah menurut para ahli, beserta jawaban singkatnya:

  1. Apa definisi sejarah yang paling umum? Studi tentang masa lalu, terutama masa lalu manusia.
  2. Siapa Herodotus? Sejarawan Yunani kuno yang dikenal sebagai "Bapak Sejarah."
  3. Apa yang dimaksud dengan "asabiyah" menurut Ibnu Khaldun? Solidaritas sosial yang menjadi dasar kekuatan suatu masyarakat.
  4. Apa tujuan Leopold von Ranke dalam menulis sejarah? Merekonstruksi masa lalu "sebagaimana adanya" tanpa prasangka pribadi.
  5. Bagaimana Karl Marx melihat sejarah? Sebagai perjuangan kelas antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan ekonomi yang berbeda.
  6. Apa yang dimaksud dengan "sejarah adalah pikiran dan kehidupan" menurut Benedetto Croce? Sejarah adalah proses pemikiran yang berkelanjutan dalam memahami masa lalu.
  7. Mengapa R.G. Collingwood menekankan pentingnya pemikiran dalam sejarah? Karena sejarah bukan sekadar catatan peristiwa, tetapi juga tentang proses pemikiran yang mendasarinya.
  8. Apa yang dimaksud dengan "dialog tak berkesudahan antara masa kini dan masa lalu" menurut E.H. Carr? Sejarah adalah tentang bagaimana kita memahami masa lalu di masa kini.
  9. Apa yang ditekankan Muhammad Yamin dalam definisinya tentang sejarah? Pentingnya bukti dan fakta yang akurat.
  10. Mengapa Sartono Kartodirdjo menekankan pengalaman kolektif dalam definisinya tentang sejarah? Karena ia ingin memahami sejarah dari perspektif masyarakat yang mengalami peristiwa tersebut.
  11. Apa fokus utama Patrick Gardiner dalam definisinya tentang sejarah? Tindakan manusia dan motivasi di baliknya.
  12. Apa yang ditambahkan Jacques Barzun dalam definisinya tentang sejarah yang tidak ada pada definisi lainnya? Aspek penjelasan selain hanya catatan.
  13. Apa definisi Robin George Collingwood tentang sejarah (yang berbeda dari definisi nomor 6)? Pemikiran kembali pengalaman masa lalu dengan imajinasi dan empati.